Waktu : Sabtu, 10 Oktober 2011
Materi: Syahadatain dan surat al-ikhlas
- Syahadat (syahidah): menyaksikan , meyakini, ikraar.
- Akhir kata ‘t’ , memiliki makna:
- ‘t’ asli, tidak ada pengaruh
- ‘t’ lil bilaga, harus ada kajian lebih
- ‘t’ linawu
- Kata kunci ‘asyhad’, ditulis dengan kata kerja artinya sedang dan akan :
- Orang bersyahadat tidak hanya saat berislam tapi saat kehidupan harian. Kita berpotensi keluar dari islam dari aktivitas-aktivitas kita, islamkan kembali dengan sholat
- ‘du ann’ artinya dalam keadaan apapun,
- Al-ikhlas
‘asshomad’ artinya dua:
- Sifat: artinya seperti biasa
- Predikat: menggunalakn alif lam maksudnya khusus ‘tidak ada sesuatu yang lain yang dituju ketika meminta sesuatu”
- Rahasia bahasa, ‘asshomad’ harusnya predikat tidak perlu alif lam, inilah rahasia alquran dengan redaksi yang indah.
- Orang jepang yang sering membungkuk ketika member salam? Ada ulama yang mengatakan ini kafir, namun jika memang darurat diperbolehkan. Tetap hati-hati!
- Ikhlas sebagai akna iman? Pesan ulama, jika sudah beriman jangan ditambah-tambah dengan yang lain. Untuk unsure budaya hars selektif agar tidak bertentangan dengan islam.
- Kenpa bahsa alquran Allah condong kata laki-laki? Maksudnya itu majaz, artinya Allah meninggikan dirinya. Misalnya perintah-perintah Allah menyeru laki-laki (sebagian menyangkup seluruhnya)
- Ijtihad harus sebgaian orang, ada bahasan untuk kitakah?
Ijtihad fardi: keputusan yang diambil sendiri
Ijtihad jama’I : melibatkan orang banyak. Misal:jika najis menjadi bagian kehidupan sehari-hari , sholatlah dengan keaddan seperti itu.
- Maksudnya murtad harian?kita masih percaya kepada Allah meski ada perbuatan yang kurang sesuai dengan syariatnya, bisa diperbaiki dengan sholat.
- Aksudnya amal yang tertolak?kita dapat capek tapi tidak ada amalnya bahkan dapat dosa/siksaan (bid’ah)
So, syahadat –> iman –> tawakal


