Apakah diperbolehkan menangisi seseorang yang telah meninggal?

Saat ini negara kita, Indonesia, sedang mendapat berbagai cobaan berupa musibah, contohnya tragedi di Situ Gintung dan kecelakaan pesawat Fokker di Bandung. Banyak keluarga korban yang sedih, menangis, bahkan meraung-raung ditinggal pergi anggota keluarganya. Tidak sedikit pula yang jatuh pingsan saat melihat mayat korban dikebumikan. Lantas, apakah diperbolehkan menangisi seseorang yang telah meninggal? Di bawah ini adalah jawabannya.

Para ulama telah ijma` bahwa menangisi mayat itu hukumnya boleh asal tidak disertai ratapan dan pekikan. Dalam shahih tertera bahwa Rasulullah saw bersabda (yang artinya): “Sesungguhnya Allah tidaklah menjatuhkan siksa dengan sebab mengalirnya air mata atau hati yang duka, tetapi dijatuhkan-Nya hukuman atau diberi-Nya ampunan disebabkan ini” – sambil menunjuk kepada lidahnya – . . . .

Thabrani meriwayatkan dari Abdullah bin Zaid, katanya: “Diberi keringanan menagis itu jika tidak disertai ratapan.”

Tangisan yang disertai ratapan dan pekikan akan menyebabkan tersiksanya mayat dan pahitnya penderitaannya. Diterima dari Ibnu Umar bahwa tatkala Umar ditikam ia tidak sadarkan diri maka ditangisi orang. Setelah ia sadar, ia mengatakan: “Tidakkah tuan-tuan tahu bahwa Rasulullah saw bersabda (yang artinya): ’Sesungguhnya mayat itu akan disiksa karena ditangisi orang yang hidup’.(HR Bukhari Muslim)

Maksud hadis itu adalah mayat akan mendengar dan melihat apa-apa yang mereka (yang menangisi) lakukan. Mayat akan merasa sedih dan tersiksa oleh tangisan keluarganya sendiri. Kita semua tahu bahwa dosa seseorang tidaklah dipikul oleh yang lainnya.

Jadi, apakah kita akan tega jika sesorang yang telah meninggal ditambah lagi penderitaannya karena kita menangisi kepergiannya??? Memang maksud hati ingin berbela sungkawa tapi tidak perlu berlebihan hingga menagis dengan ratapan dan raungan bahkan sampai mengalami pingsan. Itu semua hanya akan menambah penderitaan orang yang telah meninggal. Bukankah telah dicontohkan Rasulullah saw kepada kita untuk menucapkan Inna lillahi wa inna lillahi raji’uun (sesungguhnya kita ini dari Allah dan sesungguhnya kita akan kembali kepada-Nya) dan mendoakannya. Sebaiknya dalam berbuat tidak perlu berlebihan.

Semoga artikel ini bermafaat bagi kita semua. Amiin. . . .

Sumber: Fiqih Sunnah 4 oleh Sayyid Sabiq

2 responses to this post.

  1. thank’s
    infonya
    sungguh
    bermanfaat sekali..:)

  2. Posted by Hafsyah on December 15, 2011 at 8:58 am

    An Najm (53): 38. (yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.

    Al Israa’ (17.) : 15. Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan meng’azab sebelum Kami mengutus seorang rasul.

    Az Zumar (39) : 7. Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada)mu.

    Seseorang tidak dapat memikul dosa orang lain, ketegasan ini diulang-ulang allah dalam ayat suci-Nya, lalu bagaimana dengan mayat yang akan menanggung dosa kita yg hidup ketika menangisinya! bukankah seharusnya hadis digunakan untuk memperkuat dalil quran?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: