BENCANA, ANTARA PERINGATAN DAN ADZAB

Sebelumnya kita ucapkan inalillahi wa ina ilaihi roji’un, atas bencana yang menimpa sebagian kaum muslimin yang tentunya masih taat dan tunduk dan selalu mempersiapkan waktu pengabsenan malaikat ijro’il dalam segala kondisi. khususnya dengan gempa yang menimpa kemarin lusa tepatnya di bumi bagian Tasikmalaya Jawa Barat.


Maka kita akan coba sambungkan dengan ayat Allah dulu melihatnya sebelum ke yang lainya baik dari sisi keilmuwan dan lainya, toh semua yang ada di muka bumi ini Allahlah yang Maha Kuasa atas seluruh mahlukNya.

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauful mahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” QS: Al- Hadiid :22


Jika melihat ayat ini, adalah settingan Allah yang jauh sebelumnya telah Allah tentukan, maka kita menyikapai ini adalah dengan sebuah keyakinan dan harus pula kewaspadaan terhadap taqdir yang Allah timpakan kepada manusia secara global dan khusunya kita sebagai seorang muslim, yang senantiasa selalu terikat kepada Allah.

“Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat). Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya. Dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (jadi begini)?” Pada hari itu bumi menceritakan beritanya. Karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. QS: AzZalzalah 1-5


Kita sebagai mahluk yang senantiasa mengabdikan diri kepada Allah semata, maka kita akan rela dengan apa yang menimpa kita, baik itu berupa bencana alam, lingkungan dan yang terutama bencana diri sehingga kita terlepas ikatan dengan Allah saat ada musibah bencana ataupun peringatan mungkin saja Adzab dari Allah kepada manusia.
Tsunami yang melanda Aceh masih segar melekat di angan kita. Gempa bumi dahsyat yang disusul datangnya gelombang tsunami telah memporak-porandakan sendi-sendi kehidupan masyarakat, menghancurleburkan perekonomian masyarakat, meluluhlantakkan rumah-rumah penduduk dan segala fasilitas umum termasuk gedung-gedung pendidikan, gedung-gedung pemerintahan, dsb.
Meski musibah yang sama telah datang menimpa sebagian bangsa ini, namun ternyata Allah tetap berkehendak lain. Dengan musibah ini Allah memberi hidayah kepada sebagian hambanya dan menyesatkan sebagian lainnya. Berapa banyak mereka yang tidak mau menyadari bahwa ini merupakan peringatan dari Allah SWT agar hamba-hambaNya mau kembali ke jalanNya, mau bertaubat, dan meninggalkan segala bentuk kemaksiatan. Mereka yang tidak terkena musibah ini masih bertahan dengan kemaksiatan mereka. Mereka yang tidak selamat pun tidak menyadari ketidakberdayaan mereka terhadap adzab yang datang menimpa mereka. Merasa selamat karena kepandaian mereka. Naudzubillah.
Namun tidak sedikit hamba-hamba Allah yang tersadar dan mau kembali ke jalanNya. Menyesali kelalaian mereka selama ini dan mau mengambil pelajaran dari keadaan sekitar. Sampai kapankah manusia ini akan menyadari bahwa musibah dapat datang menimpa mereka kapan saja tanpa mereka harapkan dan sangkakan. Musibah yang dapat datang kala menikmati hiruk pikuknya malam maupun sedang tersungkur sujud kepadaNya. Musibah yang selalu mengintai kala di jalanan, di keramaian pasar.
Akankah kita belum tersadar bahwa musibah (baca: kematian) itu bisa juga datang yang tinggal jauh dari Aceh ataaupun Tasik? Apakah kita yakin bahwa gempa bumi dan gelombang tsunami hanya menimpa daerah-daerah pantai saja? Akankah kita yang tinggal jauh dari lautan ini merasa tidak akan ada musibah apapun?
Wallahu a’lam bish showab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: