Kenapa Ada Isra Mi’raj (seri l)

Kenapa Harus ada Isra Mi’raj (Seri I)

Tidak terasa sudah bulan rajab lagi,pada bulan Rajab,di Indonesia umat Islam biasanya membicarakan tentang Isra Mi’raj, bahkan pemerintah nasional meliburkan hari ini.Isra mi’raj terkadang dibilang mukzizat,namun mukzizat yang terjadi hanya pada masa nabi,sama seperti nabi Isa,Musa,Ibrahim,dll sehingga kita tidak dapat membuktikan secara akurat dengan melihat langsung,tetapi ada mukzizat yang sampai saat ini dapat kita lihat dan umat Islam mengakuinya yaitu Al Quran.

Selain itu,kita dapat mengetahui kehidupan nabi lewat yang namanya hadits,yaitu catatan-catatan sejarah yang shahih dapat dengan mutlak kita dapat terima kebenarannya.Dan banyak hadits yang menceritakan tentang peristiwa isra mi’raj.Dan sebenarnya peristiwa ini merupakan peristiwa penting, karena saat itu nabi bertemu dengan Allah langsung dan hanya dibatasi tabir.Namun ada hikmah yang besar dalam peristiwa ini

Sebelum membahas tentang peristiwa Isra mi’raj,marilah kita kaji lebih dahulu tentang peristiwa-peristiwa sebelumnya,yaitu 1 tahun sebelum peristiwa tersebut:

1.meninggalnya paman Nabi,yaitu: Abi Thalib bin Muthalib.Abu Thalib merupakan bekingan terkuat dalam hal perpolitikan nabi Muhammad,dimana dia berada digarda depan untuk menghalau paman-pamannya yang lain walaupun sama-sama tidak beriman

2 meninggalnya istri beliau yang dicintainya,yaitu Khadijah r.a yang merupakan bekingan terkuat dalam hal keuangan dan dukungan moral yang menjadi garda terdepan

3 Saat nabi sedih,beliau meminta suaka ke Thaif yang merupakan saudara dari ibunya aminah,yang dianggap menjadi bekingan militer terkuat,namun dakwahnya ditolak dan nabi malah dizholimi,sehingga tahuntersebut merupakan tahun kesedihan nabi

Saat itu saat backingan politik ,financial,dan juga moral dan psikologi sudah tidak ada lagi,nabi pergi ke Bani Tsaqif di Thaif,nabi menyangka bahwa dengan datang ke sana,yang merupakan family Aminah,ibunda nabi ,setidaknya nabi mendapat jaminan kemamana.Namun yang terjadi nabi malah dilempar batu dan berlumuran darah dari kepala sampai kaki,terluka dan segera pergi, dengan sangat frustasi dan doa nabi terekan dalam sebuah hadits:

“Ya Allah kepadamu aku mengadukan kelemahan dari kekuatanku,kekurangan kemampuanku,kelemahan dalam mengahadapi orang-orang yang lemah,Engkau adalah Tuhanku. Kepada siapakah engkau menyerahkan aku? Apakah kepada yang jauh bermasam muka kepadaku? Ataukah kepada musuh yang engkau kuasakan untuk menguasai diriku? Jika bukan karena Amarahmu atas diriku,maka tidak akan aku perdulikan.namun perlindungan dengan sinar wajahMu yang menyinari kegelapan,sehingga baik atas urusan dunia dan akhirat ,dari padaMu lah segala petunjuk atas keridhoan sehingga engkau menjadi ridho,dan tidak ada tipu daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan engkau juga” (HR Muslim)

Setelah berdoa Nabi melanjutkan perjalanannya bersama Zaid bin Haritsah ke Makkah ,belum jauh mereka berjalan datanglah malaikat Jibril bersama malaikat Gunung kepada beliau sambil berkata:
Setelah berdoa Nabi melanjutkan perjalanannya bersama Zaid bin Haritsah ke Makkah ,belum jauh mereka berjalan datanglah malaikat Jibril bersama malaikat Gunung kepada beliau sambil berkata: “Ya Rasul Allah! Sesungguhnya Allah benar-benar mendengar perkataanmu kepadamu dan penolakan mereka atas kamu;dan dia mengutus kepadamu malaikat gunung,supaya engkau perintahkan kepadanya apa-apa yang engkau hendaki,apa yang akan dilakukan atas mereka(bani Thaif/Tsaqif)

Malaikat gunung lalu berkata kepada beliau: Ya Rasul Allah sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan kaummu,dan akulah malaikat gunung,sesungguhnya dia telah mengutus aku supaya engkau perintahkan kepadaku berkenan dengan urusanmu,apa yang engkau kehendaki? Jika kamu mau agar aku melipatkan kedua gunung yang besar ini atas mereka tentu akan aku kerjakan”(gunung Abu Qubais dan gunung Qo’aiqoan)

Apa jawab nabi?

Tidak! Bahkan saya berharap mudah-mudahan Allah mengeluarkan dari keturunan mereka itu orang-orang yang menyembah Allah dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun”Mendengar itu Jibril berkata:“sesungguhnya Allah telah memerintahkan aku supaya aku mengikuti kehendakmu berkenan dengan dengan kaummu,karena perbuatan mereka kepadamu.”Nabi kemudian berdo’a:Ya Allah berilah petunjuk atas kaumku,karena mereka tidak tahu.”Malaikat jibril berkata“telah benarlah Allah yang telah menamakan engkau pengasih lagi penyayang.”Malaikat gunung juga berkataEngkau penaka yang Allah telah menggelarimu: “pengasih lagi penyayang

Ini adalah sebuah kisah,yang terekam apik, bagaimana akhlak seorang rasul, yang sudah sangat sedih,dan dilukai,tetapi malah mendoakan kaum yang menzhaliminya.Berkali-kali kita baca kisah ni mungkin kita akan bercermin kepada diri kita,saat kita benar-benar dalam keadaan paling bawah sekalipun masih ada yang dapat kita lakukan…., dan kisah ini akan berlanjut, ada hikmah besar yang dapat kita ambil
Subhanallah..

Apa hikmah yang terdapat pada latar belakang peristiwa tersebut?

Setelah ,ditinggal pamannya(backing politik),Khadijah(backing psikologi dan finansial),tak mendapatkan sesuai yang diharapkan(backing militer dan Suaka). Beliau benar-benar dalam keadaan yang sangat parah,tidak ada backing/tempat bergantung lagi(yang ada didunia),lalu siapakah backingan yang dapat diharapkan rasul? Tentu saja dengan hikmahnya, Allahlah yang akan menjadi satu-satunya penolong,satu-satunya backingan terkuat yang tidak ada yang dapat mengalahkannya.Dan jika kita pikirkan Isra Mi’rajnya rasul setelah tahun kesedihan merupakan jawaban Allah atas frustasinya rasul

pada kondisi seperti itu Rasulullah di Isra mi’raj kan Allah, Backing-backing terkuat dicabut oleh Allah dan saat itu Allahlah yang menjadi backing terkuat.Saat itula kondisi Tauhid sebenar-benarnya,dimana hanya satu-satunya(wahid) yang menjadi penggembira rasul yaitu bertemu dengan Allah.

Dan ini akan menjadi episode selanjutnya tentang Isra Mi’raj,dimana Allah memulainya dengan kalimat Subhaana
( Surat Al Isra ayat 1) kata subhana ini adalah kata yang mengungkapkan kekaguman hanya kepada Allah saja. Seakan akan Allah berfirman kepada Muhammad saw , Hai Muhammad,backing politikmu bukan Abu Thalib, backing keuangan dan moralmu bukan khadijah,Thaif bukan backing militer dan keamananmu,tetapi Allah lah satu-satunya backingan terkuat yang selalu memberi hikmah kepada hamba-hambanya

Maha suci Allah yang menjalankan bersama hamba-Nya di waktu malam ,dari Masjidil Haram ke masjidil Aqsa,yang Kami memberkatinya di sekelilingnya,agar kami mempertotonkan kebesaran Kami ,sesunggunya Dia Allah dia itu Maha mendengar lagi Maha melihat
(Al Isra ayat 1)
Next: Kisah-kisah Isra Mi’raj (seri II)
http://rizkilesus.wordpress.com/2010/05/16/kenapa-ada-isra-miraj-seri-l/

2 responses to this post.

  1. Tidakkah kau tahu, Tidakkah kau tahu, Tidakkah kau tahu…..bahawa sesungguhnya Aku turun dan naik arash setiap siang dan malam; kalau tidak, maka mati dan musnah semuanya. Apa yang kamu dapat lihat dan padang, kalau kamu ada akal untuk mengtahui, adalah mawujud sifat dan afaalku yang berarash dan berkurusi, itu pun kalau kamu ada niat yang tulus ikhlas dan akal sebagai hamba yang redha untuk mengtahui. Aku berarash kepada angin sebagai Al Azim dan kadangkala aku berashkan kepada air sebagai Al Maani atau Minallah. Aku bukannya berhala yang berupa dan berbentuk seperti yang disembah sebahagian orang sebagai Nabi Isa dan lain-lainnya. Yang penting bagi kamu adalah berniat baik dan beribadahlah dengan tulus ikhlas nescaya melempahlah Rahmatku ke dalam hatimu yang bersih dan suci murni yang akan membahagiakan hidup kamu di dunia dan akhifrat tampa waswas. Ina Hu Rubbial Hak Illallah.

  2. than’s kisahnya…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: