Hadits Arbain ke 1

عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ” إنما الأعمال بالنيات , وإنما لكل امرئ ما نوى , فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله , ومن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها و امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه ” متفق عليه 

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”. 

Niat penentu kualitas diri.

Ibadah selalu dikaitkan dengan niat. Niat berarti motif yang merupkan sesuatu yang melandasi suatu kemantapan dalam hati dan perbuatan.

Motif, tujuan di balik kegiatan. Motif juga dapat menjadi standar penentu baik atau tidaknya suatu perbuatan.

Bla perbuatannya baik, tapi niatnya tidak baik. Maka seluruh perbuatannya jadi tidak baik.

Tiga hal yang berkaitan dengan niat,antara lain:

  1. Motif tidak bergantung pada manusia, tidak juga berurusan dengan Allah, tetapi motif tergantung pada pelakunya.
  2. Orang yang tampakny baik, belum tentu baik. Motif/niat itu selalu bersifat rahasia, karena motif itu tempatnya di dalam hati. ‘yang dapat memperbaiki kualitas kita adalah kita sendiri’.
  3. Niat yang baik tidak cukup, perlu juga aksi yang baik.

Akan tetapi, setiap perjalanan niat selalu meneukan batu sandunga. Hal itu berkaitan dengan keistiqomahan niat. Menjadi wajar jika niat yang awalnya lurus yang kita iliki, suatu saat berubah tidak ikhlas karena Allah, seperti dalam firman Allah surat an-naas: 5-6. yang artinya

“ 5. Dari kejahatan (bisikan )ke dalam dada manusia

6. dari (golongan) jin dan manusia.”

Satu hal yang dibutuhkan adalahberusaha untuk mengistiqomahkan niat dan lruskan niat hanya untuk Allah semata.

Dalam hadits rasululloh SAW

‘bila segumpal darah ini baik, maka seluruh jasadnya jga baik. Tapi bila segumpal darah ini rusak, maka seluruh jasadnya juga ikut rusak. Segumpal darah itu adalah hati.’

Contoh kisah, dalam peristiwa hijrah ada seorang pemuda yang ikut berhijrah karena seorang perempuan. Maka perempuan itulah yang pemuda itu dapatkan, tidak lebih dari itu. Sholat seseorang yang baik, hanya diotiasi untuk baik di mata Allah adalah perbuatan yang luar biasa, ketika kita berniat untuk sesautu yang tidak kekal, aka kekecewan yang akan kita dapatkan. Seerti dalam firman Allah,

‘Allah tidak akan dhalim, walaupun sebesar bijih zarrah.’ INGAT, syurga tidak kita dapatkan karena amal yang kita perbuatan kita, tetapi karena kasih sayang Allah.

Notulensi pp Umar

Waktu: 24 September 2011

Pembicara: Ustadz Misqan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: