Mata’ Itu…

Mata Itu…

Saya mendapatkan banyak hal di MaTa’, terutama pemahaman terhadap dasar-dasar Islam, misalnya : hubungan ikhwan-akhwat itu seharusnya gimana, da’wah itu harusnya seperti apa, dan sebagainya. Buku-buku di MaTa’ bagus-bagus, memberikan tambahan pemahaman yang sangat berharga bagi saya. Satu hal yang mengesankan saya dari MaTa’: Suasananya luar biasa syar’i. Contohnya suasana hubungan antara ikhwan-akhwat. MaTa’ sangat memperhatikan masalah ini. Setiap ada pertemuan yang melibatkan ikhwan dan akhwat pasti dipasang hijab. Tujuannya adalah agar mereka dapat saling menjaga pandangan. Namun demikian, yang saya rasakan sebagai ikhwan bukan rasa jauh dan asing dari akhwat MaTa’, tapi justru perasaan dekat karena ukhuwah. Bisa dibilang, antara ikhwan dan akhwat MaTa’ itu jauh lahirnya tapi dekat batinnya.

(Galih Prasetya Utama, Marketing MaTa’ IX)

 

Agar da’wah Islam di kampus ITB dapat terus berlangsung, dibutuhkan kader-kader Muslim yang militan, kader yang benar-benar paham akan Islam dan siap berjuang untuk da’wah. MaTa’ ada untuk memenuhi kebutuhan itu. Agar semangat da’wah itu terus berkobar, dibutuhkan kepribadian yang kuat. Karena itulah di MaTa’ ada pembinaan ruhiyah. Agar da’wah itu berhasil, dibutuhkan strategi. Untuk itulah ada pembinaan fikriyah di MaTa’. Di samping itu, dibutuhkan juga fisik yang kuat sebagai penunjang da’wah. MaTa’ pun menjalankan program-program pembinaan jasadiyah. Pendeknya, MaTa’ merupakan pencetak kader-kader Muslim yang berkualitas jiwa, pemikiran, dan fisiknya.

(Iwa Kustiwa, Korum MaTa’ X)

 

Kalau tarbiyah (pendidikan dan pembinaan) keislaman di kampus ITB kita ibaratkan sebagai istana, MaTa’ adalah pintu gerbangnya.” (Farid Nurdin, Koordinator Service Centre MaTa’ X) “Dibandingkan dengan organisasi-organisasi yang lain, MaTa’ memiliki standar kultur keislaman yang sangat tinggi. Itu bisa kita lihat misalnya dari standar amalan harian anggotanya. MaTa’ senantiasa menekankan agar setiap anggotanya selalu melaksanakan qiyamulail, tilawah Al-Qur’an, dan amalan lainnya. Juga tentang hijab (penghalang pandangan). MaTa’ sangat memperhatikan masalah hubungan antara ikhwan dengan akhwat. Setiap ada pertemuan yang melibatkan ikhwan dan akhwat pasti dipasang hijab. Juga kebiasaan tausiyah, saling memberi nasihat kepada sesama anggota. Ini semua menciptakan suasana yang sejuk di MaTa’. Setelah saya keluar dari MaTa’ dan beraktivitas di himpunan, saya merasa kesulitan menemukan suasana seperti itu lagi. Saya merindukan suasana itu lagi. Sebab, meskipun amalan harian, tausiyah, dan sebagainya itu mungkin nampak sepele, tetapi sesungguhnya itu menjadi pondasi penting bagi pembinaan jiwa kita.

(Hermana, Pembinaan Anggota MaTa’ VII)

 

MaTa’ itu memiliki nuansa ruhiyah yang kental dalam setiap kegiatan. Itu bagus banget buat mengembangkan diri. Bagi ana, MaTa’ adalah tempat yang cocok bagi setiap pencari kebenaran hakiki, sekaligus tempat sahabat-sahabat terbaik.

(Jalu Pradono Priambodo, Marketing MaTa’ X)

 

Menurut saya, keberadaan MaTa’ di kampus ini sangat penting. MaTa’ merupakan lembaga yang mencetak kader-kader Muslim yang bermutu, terutama dari segi tsaqafah (pemahaman) Islamnya. Saya menyaksikan banyak sekali aktivis da’wah di kampus ini yang berasal dari MaTa’. Ketika kita beraktivitas di kampus, misalnya di himpunan, yang lingkungannya heterogen, kita akan merasakan kondisi tarik-ulur kepentingan, antara mereka yang berorientasi da’wah dengan mereka yang berorientasi kepada selain da’wah. Kondisi itu akan menguras energi kita. Kalau tidak ada pasokan, energi dalam diri kita akan cepat habis. Kalau energi itu sudah habis, maka kita akan mudah hanyut terbawa arus budaya yang negatif. Yang dulunya taat lama-lama menjadi bejat. Di situlah MaTa’ menjadi penting. Dengan suasana dan aktivitasnya selama ini MaTa’ mampu mem-back-up energi da’wah bagi kader-kadernya. Saya berharap MaTa’ akan terus seperti itu, bahkan lebih baik.

(Mahfud Sidik, Staff Bidang Program Calon Pengajar MaTa’ X)

 

Di MaTa’ saya menemukan lingkungan yang kondusif, membuat kita selalu terpelihara dalam koridor keislaman. Dari sana bertambah pemahaman saya akan Islam dan urgensi da’wah. Salah satu hal yang sangat berkesan bagi saya adalah kebiasaan tausiyah, saling memberi nasihat sesama anggota.

(Adan Rahman, Koordinator Information Center MaTa’ XI)

 

MaTa’ merupakan sebuah unit dari Salman yang memiliki visi dan misi yang bagus. Di MaTa’ kita bisa mendapatkan pembinaan bagi diri kita sendiri sekaligus mendapat bekal dan kesempatan untuk membina orang lain. Di MaTa’ kondisi kejiwaan kita akan lebih terjaga karena ada budaya untuk selalu saling mengingatkan.

(Asep Yayat Hidayat, Koordinator Bidang Service Centre MaTa’ X)

 

Di MaTa’ saya mendapatkan banyak hal, terutama: bi’ah, saudara, dan kecakapan manajemen. Di sana saya mendapatkan bi’ah (lingkungan) yang kondusif bagi keimanan dan pemahaman Islam. Hijab, SMS tausiyah hampir tiap hari, tahajud call, dan masih banyak lagi hal-hal yang membangun bi’ah itu. Saya pun mendapatkan banyak saudara dalam iman. Selain itu, dengan berkecimpung dalam event-event di MaTa’, saya jadi banyak mengerti tentang manajemen. Ini semua sangat berharga. Setelah keluar dari MaTa’ saya merasa ada yang hilang dari diri saya. Namun, saya sadar bahwa saya tidak boleh berhenti di MaTa’. Saya punya tanggung jawab da’wah. MaTa’ adalah tempat saya mempersiapkan diri sebelum terjun ke arena da’wah yang lebih luas.

(Rahmat Mulyawan, Koordinator Bidang Syiar X)

2 responses to this post.

  1. Ini blog baru ? Apa kabar Majelis Taklim Salman sekarang ya ?🙂 Salam buat mujahid dakwah muda😉

  2. Posted by nongki on February 28, 2012 at 8:01 am

    wah ga ada sudut pandang akhwat nya🙂

    asa wararaas gini, jadi kangen mata..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: