Ketika Peluit Telah Dibunyikan

080504

 

Ketika peluit bahtera hati telah dibunyikan

Sungguh… tak ada waktu untuk berpelesir di tepian pantai

 Mungkin… temaram sinar mentari bukan untuk ditakjubi

Melainkan untuk mengingatkan bahwa waktu kita TIDAK BANYAK

 

Ketika peluit bahtera hati telah dibunyikan

Dan jangkar-jangkar kembali dalam buaian geladak berkarat

Yang tertinggal hanya sebuah pilihan

TURUT dalam kafilah sunyi dan berdebu ini… atau … TINGGAL di pantai

Mengantar mentari pergi dari kelopak lautan

 

Ketika peluit bahtera hati telah dibunyikan

Yang tersisa adalah satu garis cakrawala kemantapan jiwa

Maka… ke mana hatimu akan berpihak??

Sedangkan kau tahu, PEJUANG tidak akan pernah sama dengan PECUNDANG

 

Ketika peluit bahtera hati telah dibunyikan

Seharusnya kita sadar… suara hati sangat sukar ditemukan

Hingga kita dengan seksama mendengar bisikannya, yang terkadang lirih…

 

Ketika peluit bahtera hati telah dibunyikan

Kami tidak lagi plin-plan dan rumit berpikir

Kami adalah PEJUANG yang kukuh membulatkan azzam

Mengambil PILIHAN untuk BERJUANG

Walau mungkin akan sunyi terkucilkan zaman

Dan berdebu darah

Sampai berita kemenangan datang, membuat langit bersemu

Karena … bahagia

 

-Warastuti, MaTa’ X-

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: