Mereka Bilang, Kita Degradasi

Part 2#

 

Andai aku hidup di masa lalu,

tentu aku akan mengetahui bagaimana mereka berjibaku.

Namun aku memang tertakdir lahir di masa kini,

yang hanya bisa merasakan serpihan-serpihan kejayaan dari cerita mereka.

Juga hanya mereka-reka mozaik demi mozaik langkah jitu mereka..

yang entah apa itu yang mereka maksud?

 

Namun aku tetap manusia masa kini,

dengan zaman yang begitu berbeda.

Tanggung jawabku sebagai penerus,

membuat pundakku berat setiap hari.

Entah apa yang kupanggul,

yang jelas, sesuatu itu membuat punggungku sering sakit

juga seiring air mata yang meleleh

saat kulihat benih generasi baru yang kian menipis.

Menipis jumlah dan makna.

 

Namun aku tetap manusia masa kini,

yang mesti lanjut berlari.

Meski banyak mata-mata kecewa mengintai.

Maafkan,

tapi aku hanya manusia masa kini.

Aku pada hari ini pun adalah produk masa lalu.

Yang tentu saja aku sangat berterima kasih atas apa yang telah diberikan kepadaku.

Sungguh..

 

Mungkin aku hanya bagian dari degradasi,

tapi aku selalu berdoa,

semoga generasi selanjutnya tidak demikian.

Mereka harus anomali di tengah tantangan zaman,

juga kukuh atas apa yang mereka pahami.

 

Mungkin aku hanya bagian dari degradasi,

maafkan..

kuyakin, yang terbesar adalah salahku sendiri,

yang tidak belajar dengan cepat, bahkan tidak cepat dalam belajar..

Namun inilah yang kumiliki.

 

Aku hanya ingin berkata sesuatu..

sesungguhnya generasi baru kita adalah benih-benih istimewa

meski mereka tak seperti tolak ukur zaman muassis,

namun mereka punya warna sendiri,

yang jika sedikit saja kita bersabar,

kuyakin suatu saat mereka akan bersinar.

 

Sedikit lagi.. mohon bersabar..

Mohon percayalah pada kami.

Kami memang degradasi,

namun kami berjanji tidak akan diam.

Jika Allah menghendaki,

apa yang kami punya akan diberikan..

sebagai mahar tanggung jawab kami.

Semua..

Mohon doakan kami saja,

semoga Allah menetapkan kami di jalan ini.

 

Robbij’alnii muqiimassholaati wamingdzurriyatii..

Robbanaa wataqobbal du’aaa.. (14:40)

 

-Linda Studiyanti, MPOPS XVII-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: